Title

Subtitle

header photo

Pengertian Pendekatan Geografi Keruangan

March 14, 2017
Serupa unik disiplin kecakapan, geografi mempelajari suatu koordinasi alam yang terdiri bagi bagian-bagian yang saling terkait. Aliran semangat dalam suatu sistem menghasilkan perubahan. Perubahan yang berkesinambungan akan menghasilkan suatu paham keseimbangan koordinasi.

Suatu komposisi terdiri mulai tiga potongan berbeda, input, output dan komponen. Aku ambil sekadar Tv misalnya. Kita mampu menonton tv tidak terkupas dari koordinasi yang berjalan didalam tv tersebut. Berjalannya sistem ini karena ketiga bagian pada sistem tersambung bersama; sesi input yang merupakan listrik, bagian output yang berupa gambar & suara, juga bagian komponen seperti tembok, speaker, remote, dan antena. Tanpa ke-3 bagian dari sistem ini tersambung, kalian tidak bisa menonton tv.

Pada koordinasi yang beroperasi baik, seantero komponen mesti tersambung simpatik. Planet Jagat yang mempunyai banyak unsur dapat dilihat sebagai komposisi yang kompleks dan sangat besar. bangkudepan Di dalam sistem Globe, input adalah energi yang datang dari Matahari serta juga energi yang berpangkal dari dalam Bumi, menyerupai tenaga tektonik. Output adalah perubahan serba sama yang bisa dilihat pada sekitar aku dalam lingkungan fisik serta manusia, diantaranya panas juga hujan.

Bentuk Bumi betul2 suatu sistem yang tinggi, sehingga cara terbaik untuk mempelajarinya beserta memahami di setiap komponen komponennya dengan beraneka ragam pendekatan dalam geografi. Ini lah geografi daripada sudut perembukan sistem. Perembukan ini langsung mengalami perkembangan hingga sekiranya geografi segar. Dalam geografi modern yang dikenal secara geografi sistematis (Integrated Geography) digunakan tiga pendekatan ataupun hampiran. Ketiga pendekatan itu, yaitu ulasan keruangan, kelingkungan atau kosmos, dan kompleks wilayah.

1. Pendekatan Area
Dari namanya dapat ditangkap bahwa perbincangan ini bakal menekankan di dalam keruangan. Perbincangan ini mengacukan pada pertikaian lokasi daripada sifat-sifat pentingnya seperti perselisihan struktur, motif, dan reaksi. Struktur keruangan terkait dengan elemen pereka ruang yang berupa kenampakan titik, perenggan, dan area. Sedangkan arketipe keruangan berselok-belok dengan tempat distribusi ketiga elemen itu. Distribusi atau agihan butir geografi itu akan mendirikan pola diantaranya memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri berkenaan dengan regenerasi elemen pembentuk ruang. Pandai geografi mencoba mencari faktor-faktor yang mengukuhkanmenjadikan pola penyebaran serta cara mengubah pola sehingga dicapai penyebaran yang lebih elok, efisien, serta wajar. Penjabaran suatu perkara menggunakan persidangan ini dapat dilakukan beserta pertanyaan 5W 1H diantaranya berikut ini.
Teka-teki What (apa), untuk mengetahui jenis realitas alam yang terjadi.
Teka-teki When (kapan), untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena bidang.
Pertanyaan Where (di mana), untuk mengetahui tempat petunjuk alam berlanjur.
Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui penyebab terjadinya realitas alam.
Problem Who (siapa), untuk mengetahui subjek atau pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena alam.
Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui mode terjadinya petunjuk alam.

dua. Pendekatan Kelingkungan/ Ekologi

Permufakatan ini gak hanya menumpukan pada korelasi organisme beserta lingkungan, akan tetapi juga dikaitkan dengan petunjuk yang terdapat dan juga perilaku khalayak. Karena pada umumnya lingkungan geografi mempunyai dua sisi, yakni perilaku serta fenomena mayapada. Sisi polah mencakup 2 aspek, yakni pengembangan gagasan dan keyakinan lingkungan. Relasi keduanya inilah yang menjadi ciri khas perembukan ini. Mempergunakan keenam perbincangan geografi, analisis dengan pendekatan ini sedang bisa dijalani. Nah, pandang contoh analisis mengenai terjadinya banjir pada Sinjai berikut dan awak akan merupakan perbedaannya secara pendekatan keruangan. Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan gerakan sebagai berikut.
Identifikasi kondisi fisik yang mendorong terjadinya bencana itu, seperti rupa tanah, topografi, dan vegetasi di lokasi itu.
Persepsi sikap dan perilaku warga dalam menuntun alam pada lokasi tersebut.
Identifikasi budi daya yang terdapat kaitannya beserta alih kegunaan lahan.
Menyidik hubungan renggangan budi daya serta dampak yang ditimbulkannya terlintas menyebabkan lembak.
Menggunakan hasil analisis berikut mencoba medapati alternatif pemecahan masalah ini.

3. Susah Wilayah

Penjabaran ini mendasarkan pada kombinasi antara penjabaran keruangan dan analisis kosmos. Analisis ini menekankan persetujuan ”areal differentiation” yaitu adanya perbedaan provokator tiap-tiap area. Perbedaan tersebut mendorong suatu wilayah siap berinteraksi beserta wilayah beda. Perkembangan daerah yang sama-sama berinteraksi tercipta karena ditemui permintaan & penawaran.

Contoh analisis bertautan wilayah diterapkan dalam perancangan kawasan koloni. Langkah dahulu, dilakukan pengertian wilayah mungkin di luar Jawa yang memenuhi taklik minimum, seperti kesuburan zona dan unit kemiringan lereng. Langkah ke-2, identifikasi aksesibilitas wilayah. Atas hasil persepsi ini dirumuskan rancangan untuk jangka panjang dan jangka pendek untuk pengembangan korong tersebut.

Go Back

Comment